Al waasi’ merupakan salah satu sifat asmaul husna yang disebutkan dalam Al Quran,
al waasi’ memiliki arti Allah maha luas. Maha luasnya Allah telah dibuktikan
dalam kehidupan manusia, setiap manusia mempunyai mimpi dan keinginan, namun
untuk mencapai mimpi itu manusia memiliki keterbatasan mulai dari keterbatasan
finansial, moral, tidak adanya support dan lain-lain. Ya, itulah manusia,
berbeda dengan Allah SWT yang maha luas, Allah mempunyai cara yang luas untuk
mewujudkan mimpi-mimpi, tujuan dan keinginan hamba-Nya, bagaimana pun kondisi
hamba-Nya tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT.
“sesungguhnya petunjuk
(yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah
kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada
seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya)
bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu”. Katakanlah:
“sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada
siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi Maha
Mengetahui”. (Q.S. Ali Imran ayat 73)
Sifat
Al waasi’ Selain dibutikan dengan cara Allah mewujudkan keinginan hamba-Nya,
sifat Al Wassi’ juga dapat dibuktikan secara matematis. Ilmu matematika
merupakan salah satu ilmu yang konsep-konsepnya banyak ditemukan oleh ilmuwan
muslim yakni Al Kwarizmi. Konsep-konsep dalam matematika memiliki keterkaitan
satu sama lain, materi matematika yang diterima di sekolah dasar seperti
operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian), bilangan
bulat, akan dipakai pada jenjang berikutnya. Materi-materi yang telah
didapatkan akan menjadi dasar dari materi-materi berikutnya, maka dari itu
dalam matematika sering kita dengar istilah materi prasyarat. Selain dari
materi prasyarat yang harus dikuasai untuk memahami materi berikutnya,
pemahaman mengenai konsep matematika perlu dipahami secara luas. Mengapa
demikian? Coba kita cermati materi matematika yang pernah kita dapatkan pada
jenjang SD dan kita cermati soal-soal matematika yang kita dapatkan pada
jenjang SMP, begitupun seterusnya. Dalam menyelesaikan satu soal matematika
terdapat berbagai konsep dan cara yang digunakan. Adapun soal dari materi
matematika yang memiliki banyak penyelesaian yang akan dibahas pada artikel ini
yaitu dalam materi integral. Materi integral diperoleh pada jenjang SMA dan
Perguruan Tinggi. Pada jenjang SMA materi integral dikenalkan hanya dasar
bagaimana suatu fungsi diintegralkan, sedangkan pada jenjang Perguruan Tinggi
materi integral lebih kompleks lagi tidak hanya diterapkan pada fungsi dengan
bilangan real tetapi pada fungsi imajiner.
1. Materi Integral pada jenjang SMA
1. Pada jenjang SMA materi integral dikenalkan dua cara untuk menyelesaikan soal yaitu cara integral subtitusi dan cara integral parsial.
Rumus integral subtitusi
Rumus
integral subtitusi ini digunakan Jika bentuk integran : ò
u v dx , dengan u dan v memiliki hubungan, yaitu v dx = du
Rumus integral parsial
Rumus integral parsial ini digunakan Jika bentuk
integran : ò u dv , dengan u dan v tidak memiliki
hubungan, yaitu v dx ≠ du
Selain
dengan rumus tersebut, dalam integral parsial terdapat cara lain untuk
menyelesaikannya yaitu menggunakan teknik TANZALIN. Teknik Tanzalin yaitu
teknik menitegrasi secara parsial yang integrannya berbentuk perkalian dua buah
fungsi, salah satu fungsinya dapat dideferensialkan dengan mudah, sedangkan
fungsi yang satunya lagi dapat diintegralkan dengan mudah.
2. Materi integral pada jenjang Perguruan Tinggi
1 Pada jenjang perguruan tinggi untuk menyelesaikan soal integral dikenalkan 2 metode dengan menggunakan nilai hampiran yaitu
a. Metode
Pias
Dalam Metode Pias
terdapat 3 cara:
-
Kaidah segiempat
-
Kaidah Trapesium
- Kaidah Titik Tengah
b. Metode
Newton-Cotes
Dalam Metode
Newton-Cotes terdapat 3 cara:
-
Kaidah Trapesium
-
Kaidah Simpson 1/3
-
Kaidah Simpson 3/8
Metode-metode
tersebut merupakan cara-cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan soal
mengenai integral dari suatu fungsi. Dan itu baru dalam satu materi integral,
lalu bagaimana dengan materi-materi matematika lainnya? Tentu sangat banyak
bila kita sebutkan satu persatu. Satu materi dalam matematika bisa diselesaikan
denga banyak cara, hal ini berbanding lurus dengan sifat AL WAASI’ (Allah Maha
Luas) satu permasalahan manusia, Allah mempunyai banyak cara untuk
menyelesaikannya.
Mari
Tafakuri diri sendiri, tanyakan berbagai pertanyaan pada diri sendiri dan
luaskan dengan keyakinan pada Allah SWT yang maha luas.
Catatan:
Untuk materi-materinya saya tidak akan bahas satu persatu karena cukup banyak,
kalian bisa cari sendiri bagaimana cara menyelesaikan soal integral dengan
metode-metode yang saya sebutkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar