Penulis: Lilis Nur Hafsoh
Matematika
merupakan ilmu tentang pola dan ukuran yang terintegrasi dalam suatu sistem praktik- praktik kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep matematika diaplikasikan pada aktivitas, kebiasaan,
ataupun adat kehidupan masyarakat dalam
menyelesaikan masalah. Salah satu aplikasi dari konsep matematika ini terdapat dalam bidang pertanian yaitu sistem tanam JARWO
(Jajar Legowo). Sistem tanam Jajar Legowo merupakan salah satu komponen
teknologi budidaya yang ditujukan untuk mengoptimalkan produktivitas tanaman
padi melalui pengaturan populasi. Penerapan konsep matematika pada sistem tanam Jajar Legowo
dalam kajian ini berupa, deret aritmetika dari tipe-tipe sistem tanam legowo,
optimalisasi lahan untuk menanam bibit padi.
Pendahuluan
Matematika
merupakan produk dari budaya yang berbasis kehidupan sosial manusia dan semua
masyarakat memiliki praktik – praktik matematika yang dianggap paling sesuai
dengan kehidupan sehari – hari dan budayanya (matang, 2006). Namun saat ini masih banyak
masyarakat yang belum menyadari akan penerapan matematika dalam kehidupannya,
matematika yang terkesan abstrak dan hanya cenderung pada aspek kognitif,
menimbulkan pandangan bahwa matematika tidaklah memiliki produk aplikatif.
Padahal dalam kenyataannya, banyak produk-produk budaya dan pola hidup
masyarakat yang menggunakan aplikasi dari konsep matematika, salah satunya
dalam sistem pertanian. Di Indonesia, pertanian merupakan roda penggerak
perekonomian, jika melihat fakta di lapangan, sebagian besar penduduk Indonesia
berprofesi sebagai petani dan sumber daya alam yang melimpah. Pertanian saat
ini telah mengalami perjalanan yang cukup panjang, berawal dari sistem
pertanian konvensional, hingga saat ini sudah banyak ilmu tentang sistem
pertanian yang lebih modern.
Dalam
sistem pertanian, terdapat aspek matematis yang diterapkan petani selama proses
bercocok tanam, Salah satunya dalam sistem tanam JARWO ( Jajar Legowo). Pada
sistem jarwo terdapat perhitungan matematis seperti tipe – tipe legowo yang
menggunakan perbandingan, menghitung
luas lahan dari jarak tanam yang telah ditentukan pada sistem tanam
jarwo dan menghitung peningkatan populasi tanaman.
Istilah
legowo di ambil dari Bahasa jawa, yaitu berasal dari kata “lego” berarti
luas dan “dowo” berarti memanjang. Legowo diartikan pula sebagai cara tanam
padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan yang
kosong. Sistem Jajar legowo merupakan suatu rekayasa teknologi untuk
mendapatkan populasi tanaman lebih dari
160.000 per hektar. Pada sistem tanam jajar legowo terdapat ruang
seluas 25-50%, sehingga tanaman dapat menerima sinar matahari secara optimal yang berguna dalam proses fotosintesis. Penerapan sistem tanam legowo menggunakan jarak tanam (25x25) cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/lorong atau ditulis (25x12,5x50) cm. (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, 2013). Sistem tanam jajar legowo memiliki pola bertanam yang berselang – seling antara dua atau lebih baris tanaman padi dan satu baris kosong.
Baris tanaman (dua atau lebih) dan baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan kirinya) disebut satu unit legowo.
Deret
Aritmetika pada Tipe – Tipe Tanam Legowo
Pada sistem tanam legowo terdapat tipe – tipe legowo yang digunakan diantaranya tipe 2:1, tipe 3:1, tipe 4:1 dan seterusnya. Legowo 2:1 berarti terdapat dua baris tanam per unit legowo, 3:1 berarti terdapat tiga baris tanam perunit dan jika empat baris per unit legowo disebut legowo 4:1. Dalam perbandingan sistem legowo berlaku deret aritmetika, pada tipe tanam legowo dengan bilangan genap, maka suku pertama (U1) yaitu 2 (dua baris tanaman) sedangkan pada tipe legowo dengan bilangan ganjil, suku pertama (U1) yaitu 3 (tiga baris tanaman), dan bed a (selisih) antar suku dari kedua tipe (tipe dengan bilangan ganjil dan tipe dengan bilangan genap) yaitu b (beda) adalah dua.
Ø Deret
arimetika pada tipe legowo genap dengan suku pertama (baris tanaman pertama)
yaitu 2 baris 
Terbentuk barisan aritmatika dengan beda 2 yaitu 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, …
Deret arimetika pada tipe legowo ganjil dengan suku pertama (baris tanaman pertama) yaitu 3 baris
dapat menghitung jumlah tipe baris tanaman pada suku n pertama.

Referensi:
Abdulrachman, Sarlan
dkk. 2013. Sistem Tanam Legowo. Sukamandi: Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar