Kamis, 04 Juni 2020

Matematika dalam Teknik Sistem Tanam JARWO (Jajar Legowo)

Penulis: Lilis Nur Hafsoh

Matematika merupakan ilmu tentang pola dan ukuran yang terintegrasi dalam suatu  sistem praktik- praktik kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep matematika diaplikasikan pada aktivitas, kebiasaan, ataupun adat kehidupan masyarakat dalam menyelesaikan masalah. Salah satu aplikasi dari konsep matematika ini terdapat dalam bidang pertanian yaitu sistem tanam JARWO (Jajar Legowo). Sistem tanam Jajar Legowo merupakan salah satu komponen teknologi budidaya yang ditujukan untuk mengoptimalkan produktivitas tanaman padi melalui pengaturan populasi. Penerapan konsep matematika pada sistem tanam Jajar Legowo dalam kajian ini berupa, deret aritmetika dari tipe-tipe sistem tanam legowo, optimalisasi lahan untuk menanam bibit padi.

Pendahuluan

Matematika merupakan produk dari budaya yang berbasis kehidupan sosial manusia dan semua masyarakat memiliki praktik – praktik matematika yang dianggap paling sesuai dengan kehidupan sehari – hari dan budayanya (matang, 2006). Namun saat ini masih banyak masyarakat yang belum menyadari akan penerapan matematika dalam kehidupannya, matematika yang terkesan abstrak dan hanya cenderung pada aspek kognitif, menimbulkan pandangan bahwa matematika tidaklah memiliki produk aplikatif. Padahal dalam kenyataannya, banyak produk-produk budaya dan pola hidup masyarakat yang menggunakan aplikasi dari konsep matematika, salah satunya dalam sistem pertanian. Di Indonesia, pertanian merupakan roda penggerak perekonomian, jika melihat fakta di lapangan, sebagian besar penduduk Indonesia berprofesi sebagai petani dan sumber daya alam yang melimpah. Pertanian saat ini telah mengalami perjalanan yang cukup panjang, berawal dari sistem pertanian konvensional, hingga saat ini sudah banyak ilmu tentang sistem pertanian yang lebih modern.

Dalam sistem pertanian, terdapat aspek matematis yang diterapkan petani selama proses bercocok tanam, Salah satunya dalam sistem tanam JARWO ( Jajar Legowo). Pada sistem jarwo terdapat perhitungan matematis seperti tipe – tipe legowo yang menggunakan perbandingan, menghitung  luas lahan dari jarak tanam yang telah ditentukan pada sistem tanam jarwo dan menghitung peningkatan populasi tanaman. 

Pembahasan

Istilah legowo di ambil dari Bahasa jawa, yaitu berasal dari kata “lego” berarti luas dan “dowo” berarti memanjang. Legowo diartikan pula sebagai cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan yang kosong. Sistem Jajar legowo merupakan suatu rekayasa teknologi untuk mendapatkan populasi  tanaman lebih dari 160.000 per hektar. Pada sistem tanam jajar legowo terdapat ruang   


seluas 25-50%, sehingga tanaman dapat menerima sinar matahari secara optimal yang berguna dalam proses fotosintesis. Penerapan sistem tanam legowo menggunakan jarak tanam (25x25) cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/lorong atau ditulis (25x12,5x50) cm. (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, 2013). Sistem tanam jajar legowo memiliki pola bertanam yang berselang – seling antara dua atau lebih baris tanaman padi dan satu baris kosong.








Baris tanaman (dua atau lebih) dan baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan kirinya) disebut satu unit legowo.

Deret Aritmetika pada Tipe – Tipe Tanam Legowo

Pada sistem tanam legowo terdapat tipe – tipe legowo yang digunakan diantaranya tipe 2:1, tipe 3:1, tipe 4:1 dan seterusnya. Legowo 2:1 berarti terdapat dua baris tanam per unit legowo, 3:1 berarti terdapat tiga baris tanam perunit dan jika empat baris per unit legowo disebut legowo 4:1. Dalam perbandingan sistem legowo berlaku deret aritmetika, pada tipe tanam legowo dengan bilangan genap, maka suku pertama (U1) yaitu 2 (dua baris tanaman) sedangkan pada tipe legowo dengan bilangan ganjil, suku pertama (U1) yaitu 3 (tiga baris tanaman), dan bed a (selisih) antar suku dari kedua tipe (tipe dengan bilangan ganjil dan tipe dengan bilangan genap) yaitu b (beda) adalah dua.

 Ø  Deret arimetika pada tipe legowo genap dengan suku pertama (baris tanaman pertama) yaitu 2 baris 

  Terbentuk  barisan aritmatika dengan beda 2 yaitu  2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, …

Deret arimetika pada tipe legowo ganjil dengan suku pertama (baris tanaman pertama) yaitu 3 baris

 Terbentuk  barisan aritmatika dengan beda 2 yaitu 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, …


Dengan menggunakan rumus baris aritmetika 
dapat diketahui tipe baris tanaman pada suku ke-n 

Dan dengan menggunakan rumus

 
dapat menghitung jumlah tipe baris tanaman pada suku n pertama. 

 

 Menghitung Luas Lahan yang Dibutuhkan untuk Menanam n Bibit Tanaman

Sebelum melakukan bercocok tanam, seorang petani akan mempertimbangkan beberapa hal salah satunya optimalisasi lahan yang akan digunakan. Dengan menggunakan jarak antar rumpun pada sistem tanam legowo, dapat diketahui luas lahan yang dibutuhkan unuk menanam bibit tanaman sebanyak n.

                        gambar a: ukuran pada jarak sistem legowo membentuk persegi

 

                     gambar b: ukuran pada jarak sistem legowo membentuk persegi panjang

Dari bentuk bangun datar tersebut kita dapat menghitung luas lahan dan menghitung bibit yang dapat di tanam pada luas lahan yang diketahui, dengan menggunakan rumus luas bangun datar persegi dan persegi panjang.

Referensi:

Abdulrachman, Sarlan dkk. 2013. Sistem Tanam Legowo. Sukamandi: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.

Balai  Pengkajian Teknologi Pertanian Banten Maspari dalam Gerbang Pertanian.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apasih Peran Matematika Dalam Kasus Covid-19?

     Saat ini dunia sedang dilanda oleh suatu wabah yang tentu semua orang mengetahui dan merasakan dampaknya yaitu pandemi covid-19. Dikuti...